Teknologi IoT Bantu Petani Jamur, Mahasiswa KKN UNAND Rancang Sistem Monitoring
Aia Batumbuak, 04 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan program kerja berjudul “Perancangan Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban, dan Pengiriman Foto Kondisi Rumah Jamur Berbasis Telegram Bot” pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah jamur yang berada di dekat Kantor Wali Nagari, sebagai upaya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan usaha pertanian masyarakat.
Program kerja ini merupakan inovasi monitoring rumah jamur berbasis Internet of Things (IoT) yang berfungsi untuk memantau suhu, kelembaban, serta kondisi visual rumah jamur secara real-time. Sistem dirancang agar pengelola dapat mengetahui kondisi lingkungan rumah jamur tanpa harus selalu melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Perangkat monitoring yang dipasang menggunakan sensor DHT22 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban, serta kamera untuk mengambil gambar kondisi rumah jamur. Seluruh sistem dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan jaringan internet. Data hasil pengukuran dan foto kondisi rumah jamur kemudian dikirimkan secara otomatis melalui Telegram Bot.
Melalui sistem ini, informasi suhu, kelembaban, dan foto rumah jamur dapat diakses oleh pengelola melalui telepon genggam selama terhubung dengan jaringan internet. Dengan demikian, pengawasan dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja tanpa harus berada di lokasi rumah jamur.
Selain pemasangan alat, mahasiswa KKN UNAND juga memberikan penjelasan teknis dan pendampingan singkat kepada kelompok pengelola rumah jamur terkait penggunaan sistem monitoring tersebut. Pengelola dibekali pemahaman mengenai cara membaca data suhu dan kelembaban yang diterima melalui Telegram Bot, serta cara memanfaatkan informasi visual dari foto yang dikirimkan sistem untuk memantau kondisi rumah jamur secara menyeluruh.
Manfaat dari pembuatan alat ini antara lain mempermudah pengelola dalam memantau kondisi rumah jamur secara real-time, mendukung pertumbuhan jamur agar tetap optimal, serta mengurangi frekuensi pengecekan langsung ke lokasi berkat adanya notifikasi data dan foto yang dikirimkan secara otomatis melalui Telegram.
Dengan adanya sistem monitoring berbasis IoT ini, pengelolaan rumah jamur diharapkan menjadi lebih efisien dan berbasis data. Informasi lingkungan yang diperoleh secara real-time dapat membantu pengelola dalam mengambil keputusan yang lebih tepat terkait perawatan rumah jamur, sehingga kualitas dan produktivitas hasil panen dapat terjaga.
Kelompok pengelola rumah jamur menyampaikan rasa senang, antusias, dan terbantu dengan adanya alat monitoring tersebut. Mereka menilai sistem ini sangat membantu dalam mempermudah pengawasan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan rumah jamur.
Program kerja ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN UNAND dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat. Melalui penerapan sistem monitoring rumah jamur berbasis IoT dan Telegram Bot, diharapkan usaha rumah jamur di nagari dapat berkembang secara berkelanjutan serta menjadi contoh pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung sektor pertanian dan UMKM masyarakat.